Salah satu temple yang ada di chiang mai. Tempatnya di dataran tinggi 'a must see temple in chiang mai' begitu kata orang sono
END
menyenangkan melihat tulisan orang-orang di blog. Jadi pengen ikutan, mencoba memaknai hidup... atau membuat hidup bermakna? yg penting lebih baguslah daripada melamun dan berpangku tangan sahaja. (btw kalo pengen liat gambar yg kecil2 jadi gede klik aja) bagi yang udah mampir silakan tinggalkan jejaknya :)
Sudah dari hari minggu di Bangkok tapi baru sekarang nulis blognya. Sebenarnya bukan hari minggu banget sih karena berangkat dari jakarta hari minggu taggal 24jam 10 malem dan nyampai bangkok jam 3 pagi hari senin tanggal 25.
Nggak ada kegiatan berarti hari senin gw seharian tidur dan browsing internet gak ke mana-mana karena sorenya ada meeting pre production. sampe malem.
Hari Selasa jalan-jalan nganterin Ana
Dulu,
Sering banget ditawarin MLM multi Level Marketing dari mulai AMWAY tahun 1996 sampai ahad net yang sekarang udah nggak kedengeran lagi kabarnya. Hampir semeua MLM punya kemiripan, membutuhkan skill yang sama yaitu mengajak atau mempengaruhi orang, untuk memasarkan "dagangan"nya dengan "iming-iming" pasive income. Seolah-olah menawarkan "pekerjaan" yang nggak terikat waktu, fleksibel, "cepat kaya, modal kecil, banyak nambah temen, tambah "ilmu" dan bonus-bonus "wah" lainnya.(banyak amat tanda kutipnya ya?)
Hampir setiap MLM yang ditawarin

Akhir-akhir ini gw ada hobi baru motret-memotret. Beberapa kali gw ngajakin temen-temen gw untuk hunting foto cuma waktunya ga pernah ada, Temen kantor gw Adi belum lama ini dapet kabar dari temennya temennya dia tentang kegiatan yang diadain sama lintas wisata.Lintas wisata ngadain acara-jalan-jalan ke Ciwidey Bandung selama sehari. Wah lumayan juga nih buat belajar hunting.
Sebenernya udah lama denger tentang adanya trip semacam ini tapi

Sampai di gerbang kawah putih hawa dingin mulai kerasa. Kita ganti kendaraan, soalnya Bus gede nggak bisa lewat jalan menuju kawah putih yang sempit dan terlalu mendaki. Untuk itu kita dibagi jadi sekitar 3 mobil kecil-kecil sukuran pick up yang udah dimodif kaya mobil2 yang suka ngangkutin penumpang di Taman mini Indonesia Indah, terbuka dan di dalamnya terdapat 3 shaf kursi berjajar. Kanan kirinya nggak pake penutup jadi selama perjalanan kedinginan abiss.

Ternyata betul dugaan gw ga bisa motret soalnya cuacanya kurang yahud. Seperti biasa di tempat-tempat wisata kaya gini pasti ada yang nawarin foto langsung jadi. Di tangan mereka ada hasil foto yang udah jadi tapi fotonya bukan foto Polaroid. Kapan nyucinya ya? Ternyata mereka pake kamera digital dan langsung di print pake printer yang disimpen di tas mereka…hehe Polaroid udah ga jaman.
Di kawah putih dinginnya minta amun. Sayang ga bawa thermometer jadi ga tau tepetnya berapa suhu disitu. Ditambah cuaca yang sebenter-sebentar hujan sebentar-sebentar angina sebentar-sebentar kabut ganti-gantian terus.
Tapi waktu sampai di seberang kita semua nggak tau yang mana batu cintanya soalnya di situ ada banyak batu mungkin yang lainnya ada yang namanya batu kangen, batu benci batu cemburu dan batu-batu lainnya nggak tau deh. Area batu cinta dikelilingi kebut teh lumayan luas tapi nggak sepertinya nggak selebat yang ada di puncak.
Waktu nyebrang pake perahu gw liat ada rambu lalulintas dilarang parkir letaknya di tengah danau hehe kira-kira kalo kita melanggar siapa yang nangkep ya? jadi inget suka ada polisi yang ngumpet di semak-semak kaya iklan rokok sampurna, menunggu kalau-kalau ada yang melanggar.
Danau Situ Patengan menjadi tujuan terakhir selama perjalanan kita di Ciwidey selanjutnya kita bersiap-siap untuk menuju Bandung sebelum akhirnya nanti perjalanan berlanjut kembali ke Jakarta.Kemaren malem tanggal 11 feb 2008 gw diajak Abu Marlo dan Denny Darko berkunjung ke rumah Deddy Corbuzier . Tentu tawaran yang sangat sulit untuk di tolak walopun kantor gua jauh di ujung jakarta timur, pulo gadung gw tetep jabanin untuk ke ujung jakarta selatan jam pulang kantor yang pasti macet edan! dan harus mampir ke wijaya dulu pula pffffhhhh....
setelah perjalanan yang penuh kemacetan akhirnya sekitar jam 9 malem kita sampai ke rumah Deddyyang
Sapardi Joko Damono wrote
AKU INGIN
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya Abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
__________________________________________


|
|